Pengobatan Batu Empedu

Untuk mencegah tidak munculnya penyakit batu empedu ini tentu saja perlu dilakukan berbagai tindakan. Tindakan utama tentulah hal-hal yang menyebabkan tidak munculnya penyakit itu. Bagi mereka yang beresiko tinggi terkena penyakit batu empedu diperlukan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh, dan mengutamakan makanan yang mempunyai serat dan tidak lupa melakukan olahraga secara teratur tiap hari.
Disarankan malah agar terhindar dari penyakit batu empedu ni agar calon penderita tidak melupakan minum kopi. Minum kopi diperkirakan dapat menurunkan resiko kena batu empedu. Menurut penelitian mereka yang dalam konsumsinya selalu meminum kopi mereka akan lebih terhindar dari pennyakit batu empedu ini. Namun disarankan untuk selalu melakukan latihan gerak fisik setiap hari melakukan olahraga, karena gerakan seperti itu sering kali ampuh untuk menjauhan penyakit batu empedu.

Setelah dokter memastikan penderita terkena penyakit batu empedu, maka si dokter memastikan bahwa penderita tidak boleh dibiarkan memiliki penyakit batu empedu. Penyakit itu bila dibiarkan bisa bertambah parah, sang batu semakin lama semakin membesar karena itu batu yang bersangkutan harus di buang sama sekali. Bila tidak dibuang, kemungkinan ia akan selalu mengganggu dan menggerogoti penderita semakun berat. Lagipula membiarkan penderita dengan penyakit batu empedunya, berarti membiarkan terjadi kemungkinan infeksi.

Infeksi seperti ini biasa menjadi kronis, karena gejalanya hilang-hilang timbul. Bila terjadi infeksi, kandung empedu yang bisa membusuk dan infeksi menimbulkan nanah yang berbahaya bagi organ tubuh lainnya. Bila dibiarkan suatu waktu kandungan empedu bisa pecah dan pecahnya kandung empedu, maka si penderita perlu mendapat bantuan berupa operasi.
Oleh karena itu, pilihan untuk tidak melakukan operasi pembuangan kandung empedu hanya tindakan sementara.
Bila batunya masih kecil biasanya batu empedu yang berupa juga batu kolesterol bisa saja diberi obat penghancur batu ke dalam kandung empedu .
Tapi bila penyakit itu sudah tidak mungkin lagi dengan cara-cara seperti itu atau batu empedunya sudah membusuk, maka perlu membuang saja kandung empedu yang membuat ulah batu kandung empedu tersebut.
Konon pembedahan batu empedu zaman sekarang yidak perlu membedah isi perut s penderita. Tapi cukup melubangi didnding perut untuk memasukkan alat bedah berupa pipa kecil pakai teropong.
Dengan alat itu si dokter dapat memantau bagian yang akan diangkat. Bila hasil pemantauan memperlihatkan sudah ada pembusukkan kandung empedu, maka kandung empedu itu harus diangkat dengan melakukan operasi dan mebuang sama sekali kandung empedu yang sdah hampir pecah dan membusuk tersebut.
Sebab membiarkan batu empedu yang hampir pecah dapat menimbulkan komplikasi yang lebih berbahaya, karena itu penderita akan selalu merasa nyeri berulang kali.
Meskipun kandung empedu itu dibuang sehingga penyakit batu empedu itu ikut terangkat, namun si penderita akan bisa hidup normal tanpa adanya kandung empedu.
Setelah penderita tidak memiliki kandung epedu lagi kolesterol dalam dalam darah cenderung meninggi lagi karena tidak ada lagi yang menyerap kolesterol itu seperti sedia kala.
Waktu ini usus kebanjiran, sehingga setelah kandungan empedu diangkat, si penderita kemungkinan sering mengalami diare. Mereka yang hidup normal tanpa kandung empedu haruslah berhati-hati untuk mengkonsumsi makanan, agar kolesterolnya tidak terlalu tinggi.
Ingat bahwa kandung empedu yang selama ini menyerap dan menyimpan kolesterol kini sudah tidak ada lagi.


=====================================

>>> Kapsul Kumis Kucing Obat Herbal Alami Membantu Meluruhkan Batu Urine, Batu Empedu, Mencegah Pengendapan Batu Ginjal Serta Mengatasi Radang Saluran Kemih, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Batu Empedu and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>